Nilai-nilai Pendidikan Toleransi dalam Kegiatan Bahs Al-Masāil di Pesantren Tradisional

  • Habib Maulana Maslahul Adi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
Keywords: Islamic Bording School, Pesantren, Tolerance, Bahtsul Masail

Abstract

This study aims to reveal the educational value of tolerance contained in bahs al-masāil activities in traditional Islamic boarding schools. This research is a qualitative descriptive study which took place at the Pesantren Al-Anwar in Rembang and the Pesantren Al-Luqmaniyyah in Yogyakarta, with the object of research being the students from the pesantren who actively participated in the bahs al-masāil forum. Data collection techniques used are interviews and documentation. The results of the study indicate that there are at least four values ​​of tolerance education in bahs al-masāil activities, namely: mutual respect for the opinions of others shown by the bahs al-masāil participants; helping fellow participants in finding 'ta'bīr related to the problem being discussed from the reference book; upholding peace after leaving the baul masāil arena which is full of disputes; and justice realized by the moderator in leading the bahs al-masāil forum

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aliyah, I. M. (2019). Implikasi model problem based learning (PBL) terhadap sikap toleransi bermadzhab fiqh mahasiswa PAI di Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia Angkatan 2016/2017. Yogyakarta: (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).

Bruinessen, V. M. (1996). Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Bandung: Mizan Pustaka.

Bungin, B. (2001). Metode Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke Arah Varian Kontemporer. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Faisal, S. (2001). Format-format Penelitian Sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Hamka. (1986). Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Panjimas.

Hamka. (2016). Dari Hati ke Hati. Jakarta: Gema Insani.

Harun, M. B. (2007). Pesantren dan Pluraisme dalam Budaya Damai Komunitas Pesantren. Jakarta: LP3ES Indonesia.

Lestari, I., Nurmilawati, M., & Santoso, A. M. (2015). Penerapan Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap sosial peserta didik kelas VIII. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi 2015. Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. http://research-report.umm.ac.id/index.php/research-report/article/view/487

Maknun, L. (2014). Tradisi ikhtilaf dan budaya damai di Pesantren Studi kasus PP Nurul Ummah dan Ar-Romli Yogyakarta. Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan, 2(1). 331-356. http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v2i2.664

Maksum, A. (2011). Pluralisme dan Multikulturalisme: Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Malang: Aditya Media.

Marom, A. A. (2012). Kyai, Nu, dan pesantren: Dalam perspektif demokrasi deliberatif. In Right: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia, 2(1), 15-40. https://doi.org/10.14421/in%20right.v2i1.1231

Masduqi, G. I. (2018, September 18). Berbeda pendapat 14000 Masalah. NU Online - Suara Nahdlatul Ulama. [Video]. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=RPHB5pL4fLI

Masduqi, G. I. (2018, Agustus 24). Mengapa Santri Berpikir Moderat. Media RMI-Nahdlatul Ulama Rabithah Maahid Islamiyah. [Video]. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=yqpx1CWobjQ

Nasih, A. M. (2009). Bahtsul masail dan problematikanya di kalangan masyarakat muslim tradisional. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, 12(1), 106-29. https://doi.org/10.15642/alqanun.2009.12.1.106-129

Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.

Novita, N. D., Syaifullah, & Hadi, M. N. (2019). Efektivitas model problem based learning pada pembelajaran pendidikan agama islam dalam meningkatkan motivasi belajar di SMA Negeri 1 Pandaan. Jurnal Al-Murabbi, 4(2), 165-176. https://doi.org/10.35891/amb.v4i2.1432

Ratnasari, D. (2016). Pesantren dalam Perspektif Fungsionalisme Struktural: Menimbang Teori Sosiologi Emile Durkheim. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Sa’doellah, A. (2000). Masa’ilnya Bahtsul Masa’il. Tashwirul Afkar Edisi, (9).

Shihab, M. Q. (2013). Wawasan Alquran dan Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan Pustaka.

Wahid, A. (2001). Menggerakkan Tradisi: Esai-esai Pesantren. Yogyakarta: LKiS.

Zamani, N., & Ilahiyah, I. I. (2019). Implementasi Nilai-Nilai Multikultural Di Pesantren Tebuireng. Al-Misbah: Jurnal Islamic Studies, 7(1), 14-20. https://doi.org/10.26555/almisbah.v7i1.1128

Published
2022-01-31
How to Cite
AdiH. M. M. (2022). Nilai-nilai Pendidikan Toleransi dalam Kegiatan Bahs Al-Masāil di Pesantren Tradisional. Asatiza: Jurnal Pendidikan, 3(1), 20-32. https://doi.org/10.46963/asatiza.v3i1.438