Pengenalan dan pelatihan membatik sebagai upaya menumbuhkan keterampilan dan melestarikan budaya pada mahasiswa Dayak di prodi pendidikan luar sekolah

Authors

  • Endah Yusma Pratiwi Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia
  • Nur Mahmudah Rojabi Program Studi Sosiologi, Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46963/ams.v7i1.3900

Keywords:

Training, Batik, Batik Kalteng, Benang Bintik, Dayak

Abstract

Batik is one of Indonesia’s cultural heritages that needs to be preserved through the active involvement of younger generations. To date, Dayak students in the Prodi Pendidikan Luar Sekolah have rarely worn batik featuring traditional motifs from Central Kalimantan, indicating the need for a Community Service Program addressing this issue. This program aimed to develop batik-making skills and enhance awareness of cultural preservation among Dayak students in the Prodi Pendidikan Luar Sekolah. The implementation method consisted of material presentation, introduction to tools and materials, demonstration of batik-making techniques, hands-on practice, and activity evaluation. The results showed that participants experienced increased knowledge regarding batik motifs, philosophical meanings, basic batik-making techniques, and the importance of cultural preservation. In addition, participants acquired practical batik-making skills, including motif design, wax application (canting), coloring, and finishing processes. Therefore, the introduction and batik training activities can serve as an effective approach to developing skills while strengthening cultural awareness among students in the Prodi Pendidikan Luar Sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Trixie, A. A. (2020). Filosofi motif batik sebagai identitas bangsa Indonesia. Folio, 1 (1), 1-9. https://doi.org/10.37715/folio.v1i1.1380

Andriya, R., & Susilawati, N. (2019). Pelatihan membatik wanita Desa Ampuan Lumpo. Culture & Society: Journal Of Anthropological Research, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.24036/culture/vol1-iss1/1

Ghufronudin, G., Zuber, A., & Demartoto, A. (2018). Representasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal melalui pembelajaran membatik. Jurnal Analisa Sosiologi, 6(2), 17–21. https://doi.org/10.20961/jas.v6i2.18020

Imaniar, T., Hilmi, M. I., & Fajarwati, L. (2023). Dampak pelatihan membatik dalam membentuk jiwa wirausaha masyarakat pesisir. Jurnal Cendekiawan Ilmiah PLS, 8. https://doi.org/10.37058/jpls.v8i1

Lastaria, Muhammad Tri Ramdhani, & Arna Purtina. (2022). Simbol budaya masyarakat Dayak Ngaju di Museum Balanga Palangka Raya

Oktavian, M. L., & -, widodo. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan membatik dalam menunjang pendapatan keluarga. J+PLUS UNESA, 9(2), 51–60. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-luar-sekolah/article/view/42379

Rahmawati, L., Rafsanjani, M. A., Dilla, W. P., & Pebrianti, T. (2025). Benang bintik: Sebuah eksplorasi nilai filosofis dan konsep matematis dengan pendekatan etnomatematika. Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, 16(1), 10–20. https://doi.org/10.37304/jikt.v16i1.373

Rahmawati, N. P. N. (n.d.). Benang bintik, motif batik khas Dayak Kalimantan Tengah.

Rasyad, Ach. (2016). Participative evaluation and the quality of community empowerment training of Program Keluarga Harapan (PKH) companions. International Journal of Education and Literacy Studies, 4(2). https://doi.org/10.7575/aiac.ijels.v.4n.2p.39

Usop, L. S., & Usop, T. B. (2021). Peran kearifan lokal masyarakat dayak dalam mengembangkan batik benang bintik di Kalimantan Tengah. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 405–413. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1502

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Pratiwi, E. Y., & Rojabi, N. M. (2026). Pengenalan dan pelatihan membatik sebagai upaya menumbuhkan keterampilan dan melestarikan budaya pada mahasiswa Dayak di prodi pendidikan luar sekolah. ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 44-56. https://doi.org/10.46963/ams.v7i1.3900